SELAMAT DATANG DI WEBLOG TERAPI TOA (Treatment Of Anaerobic) & HERBAL ADEM ATI JEMBER, Asuhan Bpk. dr. Sofan & Rizki JS. HP. +6282-301433410 # Konsultasi Penyembuhan Melayani Konsultasi Pengobatan ONLINE -

Kamis, 03 Desember 2015

Apa itu Sehat ?



KESEHATAN

Organisasi Kesehatan Dunia yang kemudian juga dianut oleh Departemen Kesehatan mengatakan bahwa: Sehat adalah sejahteraan jasmani, rohani dan sosial; bukan hanya bebas dari penyakit, ataupun kelemahan jasmani. Dalam hubungan dengan olahraga maka pengertian sehat ialah Sejahtera JASMANI, bukan hanya bebas dari penyakit, cacat ataupun kelemahan jasmani.


Olahraga memang mengolah raga/jasmani, akan tetapi dapat pula menjangkau aspek rokhani dan aspek sosial. Hal ini disebabkan oleh karena suasana olahraga adalah suasana lapangan yang merupakan suasana yang sangat informal, yang akan sangat mencairkan kekakuan-kekakuan yang disebabkan oleh adanya perbedaan-perbedaan umur, pendidikan, kondisi ekonomi maupun status sosial seseorang. Suasana lapangan yang bebas demikian membangkitkan kegembiraan, menghilangkan ketegangan pikiran/stres (aspek rohani) dan memungkinkan terjadinya Silaturahmi (aspek sosial) yang lebih baik

Ditinjau dari sudut fungsi (Ilmu Faal), maka sehat ialah normalnya fungsi alat-alat tubuh (Jasmani) secara keseluruhan. Fungsi alat-alat tubuh berubah-ubah dari keadaan istirahat tidur sampai keadaan kerja maksimal. Oleh karena itu ditinjau dari sudut ilmu Faal, maka sehat terdiri dari 2 tingkatan :
1. Sehat statis fungsi alat-alat tubuh normal pada keadaan istirahat.
2. Sehat dinamis fungsi alai-alat tubuh normal pada keadaan gerak, kerja atau olahraga.

Orang yang sehat dinamis pasti sehat statis, tetapi tidak sebaliknya. Contohnya : orang kuat berlari pasti dapat berdiri, tetapi tidak pasti sebaliknya ! GERAK merupakan ciri kehidupan yang terpenting ! TIADA HIDUP TANPA GERAK ! Makin banyak pergerakannya, nyata kehidupannya ! Apalah arti hidup ini bila tak mampu bergerak! Kemampuari gerak yang lebih baik menunjukkan KWALITAS HIDUP yang lebih baik! Dalam hubungan dengan hal ini maka memang olahraga akan membuat orang menjadi lebih mampu bergerak, menjadi lebih sehat dinamis, yang berarti meningkatnya kualitas hidup !

Olahraga juga akan membuat orang menjadi awet muda; muda dalam kemampuan fungsionalnya. Orang dengan usia 50 atau bahkan 60 tahun yang melakukan olahraga dengan teratur dan adekuat (cukup takarannya) dapat mempunyai kemampuan fungsional yang sama dengan orang usia 20 tahun yang tidak melakukan olahraga.

Ketiadaan atau kekurangan gerak apapun penyebabnya akan menghasilkan kemunduran kemampuan fungsional alat-alat tubuh dengan gejala-gejala sbb:

- Intoleransi orthostatik (Kurang mampu bertahan pada sikap berdiri).
Pada sikap berdiri debaran jantung menjadi lebih cepat, disertai menurunnya tekanan darah, bahkan dapat menyebabkan orang menjadi pingsan bila tekanan darahnya sangat menurun. Pada perubahan sikap dari jongkok atau berbaring ke berdiri, mata berkunang-kunang atau bahkan gelap kemudian pingsan yang disebabkan oleh karena tekanan darahnya sangat menurun. Pada dasarnya gangguan ini disebabkan oleh karena ketidakmampuan perangkat pendukung gerak khususnya jantung dan pembuluh darah menyesuaikan fungsinya terhadap perubahan sikap tubuh, sehingga darah oleh pengaruh gaya berat akan turun ke bagian tubuh yang lebih rendah, menyebabkan otak kekurangan darah dengan akibat pingsan.

-    Degenerasi jaringan :
Aktivitas fisik menyebabkan otot-otot mengecil (atrofi). Dalam waktu seminggu kekuata otot menurun 10-15%. Dalam waktu 3 minggu kapasitas kerja menurun 20-25%.

-    Degenerasi Tulang :
Tulang menjadi keropos

-    Perubahan metabolisme lemak:
Kadar kolesterol, khususnya kolesterol-LDL meningkat yang akan mempertiniggi risiko terjadinya penyakit gangguan aliran darah, misalnya penyakit jantung koroner dan stroke.

-    Menurunnya tolerani terhadap glukosa :

Khususnya pada pendekita diabetes, inaktivitas fisik menyebabkan meningkatnya resistensi terhadap insulin (menurunnya kepekaan terhadap insulin) yang menyebabkan kadar gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan, yang akan memperbesar kemungkinan terjadinya penyulit (komplikasi).

Olahraga akan dengan cepat memulihkan orang dari keadaan tersebut di atas. Olahraga juga dapat mencegah, memperbaiki dan bahkan menyembuhkan penyakit-penyakit non-infeksi. Orang dengan penyakit non-infeksi yang melakukan olahraga, penggunaan obatnya dapat berkurang atau bahkan dapat dihentikan sama sekali.


Penyakit non-infeksi meliputi:

1. Penyakit hypokinetik:
Penyakit kelemahan jasmani (loyo), yang banyak dijumpai pada orang yang kurang bergerak: Bila bergerak atau bekerja, orang ini akan lekas lelah dan sesak nafas, menunjukkan rendahnya kemampuan kerja fisiknya.

2. Penyakit olahdaya (metabolisme):
- Kegemukan (obesitas)
- Penyakit gula (Diabetes mellitus)
- Kelebihan lemak darah (hyperlipidemia)

3.  Penyakit jantung dan pembuluh darah:
- Penyakit jantung koroner
- Penyakit tekanan darah (tinggi/rendah)
- Stroke

4. Penyakit psikosomatik:
- Penyakit lambung/maag (gastritis)
- Penyakit bengek (asma bronkial)
- Penyakit kulit eczema/dermatitis.

Kata lain dari sehat ialah sakit; sehingga sama halnya dengan kekayaan, maka sesungguhnya sehat juga bertingkat-tingkat. Karena itu lebih tepat bila istilah “sehat” diartikan sebagai “derajat sehat”. Demikianlah maka bila diusahakan, derajat kesehatan masih selalu dapat ditingkatkan, tetapi sebaliknya akan menurun bila ditelantarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar