SELAMAT DATANG DI WEBLOG TERAPI TOA (Treatment Of Anaerobic) & HERBAL ADEM ATI JEMBER, Asuhan Bpk. dr. Sofan & Rizki JS. HP. +6282-301433410 # Konsultasi Penyembuhan Melayani Konsultasi Pengobatan ONLINE -

Kamis, 03 Desember 2015

Aerobik vs Anaerobik



Abstract


1. Aerobik vs Anaerobik
Istilah aerobik dan anaerobik berhubungan dengan perbedaan cara tubuh dalam menghasilkan energi. Perbedaan itu meliputi oksigen. Oksigen digunakan oleh tubuh kita untuk memecah karbohidrat menjadi energi saat kita beristirahat, meskipun sebenarnya pada anaerob pun oksigen tetap dibutuhkan namun dalam porsi yang jauh lebih sedikit (anaerob fakultatif sajalah yang benar-benar tidak membutuhkan oksigen). Singkatnya adalah aerobik berarti proses produksi energi memerlukan oksigen yang cukup, dan Anaerobik berarti produksi energi yang dilakukan dengan oksigen dalam jumlah sangat sedikit atau tanpa oksigen sama sekali.



2. Olah Raga Anaerobik
Olahraga anaerobik ("tanpa oksigen") adalah kebalikan dari olahraga aerobik ("dengan oksigen"). Keduanya, aerobik dan anaerobik, lebih menggunakan energi selama melakukan aktivitas fisik. Olah Raga Anaerobik biasanya berkaitan dengan tahap awal dari olahraga, atau semacam rentetan pendek dari pengerahan tenaga intens, dimana glikogen atau gula dikonsumsi tanpa oksigen. Olahraga ini ditandai dengan peningkatan kecepatan atau dengan usaha yang lebih besar. Olahraga anaerobik membakar lebih banyak kalori, membutuhkan oksigen yang lebih besar dimana oksigen tersebut tidak tersedia dalam jumlah yang cukup untuk sel-sel dalam membakar lemak. Oleh karenanya gerakan anaerobik menyebabkan peningkatan laju metabolisme tubuh.

3. Latihan Anaerobik
Latihan Anaerobik adalah latihan yang berlangsung singkat, tidak memerlukan pemanfaatan oksigen oleh tubuh untuk menyediakan bahan bakar. Latihan anaerobik merangsang aktivitas otot dalam intensitas tinggi sehingga meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot. Latihan Anaerobik membuat tubuh tidak mampu memasok cukup oksigen ke otot yang diperlukan dalam sintesis energi. Dalam kondisi itu, otot harus bergantung pada kemampuan tubuh untuk memproduksi energi tanpa oksigen. Karena jumlah oksigen yang dikirim ke sel tidak memadai, tubuh mulai membakar karbohidrat yang menghasilkan pembakaran lebih banyak kalori. Proses pembakaran kalori ini akan menghasilkan produk sampingan yang disebut asam laktat.

4. Senam Anaerobic vs Aerobic
Banyak orang beranggapan bahwa latihan aerobik lebih efektif untuk menurunkan berat badan. Latihan kardiovaskular, seperti jogging, Senam Aerobik dan skipping, memang membantu menurunkan berat badan, namun latihan anaerobik memiliki kelebihan tetap membakar lemak bahkan ketika tubuh sedang beristirahat. Pada dasarnya kedua jenis senam ini memiliki tujuan yang sama yaitu untuk kebugaran tubuh. Selain itu, kedua senam ini pun sama-sama menggunakan energi untuk aktivitas fisik selama mengikuti senam.

Pengertian aerobik, jika dilihat dari kata yaitu “aerobic” berarti “dengan oksigen” sehingga dapat diartikan bahwa penggunaan oksigen selama pembuatan energi seperti yang dilakukan oleh otot-otot. Pada dasarnya senam aerobik adalah salah satu bentuk olahraga yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kebugaran seseorang yang mencakup kekuatan otot, fleksibilitas dan juga kesehatan kardiovaskuler.

Sedangkan pengertian Senam Anaerobik, dilihat dari kata “anaerobic” yang berarti “tanpa oksigen” yang merupakan kebalikan dari istilah aerobik. Senam Anaerobik biasanya berkaitan dengan tahap awal dilakukannya senam. Senam ini ditandai dengan adanya peningkatan kecepatan atau dengan usaha yang lebih besar. Pada dasarnya senam anaerobik membakar lebih banyak kalori, membutuhkan oksigen yang lebih besar di mana oksigen tersebut tidak tersedia dalam jumlah yang cukup untuk sel-sel dalam membakar lemak. Gerakan dari senam anaerobik ini dapat menyebabkan peningkatan metabolisme tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar